Showing posts with label horror. Show all posts
Showing posts with label horror. Show all posts

Wednesday, November 8, 2017

Book Review: Samantha by Risa Saraswati



BOOK REVIEW

Samantha by Risa Saraswati

Title : Samantha
Author : Risa Saraswati
Publisher : Risa Saraswati
Pages :  208 pages
Year of Publication : November 2017
Price : Rp 75.000,-

Rating: 5 / 5
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Samantha De Witt.

Aku mengenalnya beberapa tahun yang lalu, saat tak sengaja saling bertatap di atas sebuah bukit. Hantu anak perempuan itu, terlihat sangat mengerikan dengan kondisi tubuh yang sangat kurus bagai tulang berbungkus kulit. Matanya kosong, bagai tak punya harapan.

Dia bilang, "Aku menunggu Papa dan Mamaku datang menjemput."

Anak itu sakit, dan mati dipangkuan pengasuh bernama Rumi. Tak ada Tuan dan Nyonya De Witt disana, menemani hari-hari terakhir Samantha sebagai manusia. Mereka berjanji akan menjemput, dan janji itu membuatnya tegar untuk tetap berdiri sendirian di atas bukit yang kini sepi tak ada sesiapa.

"Tak ada yang lebih buruk dari nasibku, Risa. Lihatlah aku jika kau sedang merasa sedih, ingatlah diriku jika kau merasa hidupmu tak bahagia..."

Kisah tentang hidupnya tak seindah kisah anak-anak seusia Samantha. Dan betapa malang, sampai hari ini dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ada potongan cerita yang tak pernah dia ketahui.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk kali ini, buku ini bukanlah menceritakan kisah kelima sahabat kecil Risa, tapi kisah seorang anak perempuan bernama Samantha. Awal pertemuan mereka ada diceritakan di buku 'Danur', buku yang juga karya Risa Saraswati. Sosok Samantha ini sangat melekat walaupun sebelumnya hanya berupa sepenggal kisah pendek mengenai pertemuannya dengan Risa yang tak disengaja itu.

Buku ini menceritakan kisah Samantha dari sejak ia masih sebagai manusia. Buku ini menjawab pertanyaan pembaca soal Samantha lebih dalam. Seperti yang dituliskan pada sinopsis buku ini, kisah tentang hidupnya tak seindah kisah anak-anak seusia Samantha. Ada hal yang tidak pernah dia ketahui hingga kini yang membuatku tidak sadar bahwa pandanganku semakin kabur karena air mata saat membaca kisahnya ini.


"Tuhan, jika memang aku tak dianggap ada oleh Mama dan Papa, mengapa aku harus dilahirkan ke dunia? Dan menjadi bagian dari hidup mereka yang tak peduli kepadaku?"
(hal. 16)

Aku suka dengan gaya penulisan Risa yang mengalir dan mampu membawaku merasakan emosi dalam bukunya. Kisah di buku ini juga mengaduk emosi di setiap halamannya. Kisah di buku ini memberikan pesan yang mendalam, mengingatkan kita untuk bersyukur pada kehidupan, untuk selalu optimis pada seita harapan yang ada.

Akhir kata, kisah di buku ini diluar ekspetasi saya. Tak pernah kubayangkan seorang anak perempuan yang bernasib malang, hingga kematiannya pun ada hal yang tak pernah dia ketahui, ataupun dia telah ketahui tapi menepis kenyataan tersebut. Membaca kisah ini membuatku merasakan bahwa hidup ini benar-benar tidak adil. Entahlah memang sudah takdir ataupun ada kisah dibalik itu yang belum terkuak.

Buku ini sungguh melekat, penulisan mudah dipahami dan mengalir begitu saja. Buku ini tidak akan memakan waktu lama untuk dibaca. Walaupun masih ada beberapa part yang belum terjawab. Mungkin suatu saat Risa mendapatkan jawaban tersebut dan membagikannya dalam buku lain.


A Flying Snail

Friday, November 3, 2017

Book Review: Sunyaruri by Risa Saraswati



BOOK REVIEW

Sunyaruri by Risa Saraswati

Title : Sunyaruri
Author : Risa Saraswati
Publisher : Rak Buku
Pages :  333 pages
Year of Publication : 2013
Price : Rp 65.000,-

Rating: 3 / 5
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ke mana perginya mereka, sahabat-sahabat kecilku yang lagi-lagi terlalu sibuk mencari teman-teman baru?

Sesal terasa begitu menyesakkan dadaku, tatkala kuingat lagi bahwa semua ini karenaku, karena ulahku.

Seandainya tak asah kuceritakan bagaimana kisah kami, seandainya tak kugambarkan sosok Peter yang jahil, William yang bijaksana, Hans dan Hendrick yang periang, Janshen yang menggemaskan, Norma yang anggun, dan Marianne yang keras kepala, mungkin kalian semua tak akan memanggil-manggil nama mereka setiap malam sebelum terlelap tidur, dan berharap ketujuh sahabat kecilku datang menemui kalian dalam mimpi yang indah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku bergenre horror yang sebenarnya horror nggak horror, malah lebih berkesan sedih. Buku ini adalah novel ke-tiga karya Risa Saraswati yang tetap menarik dalam menceritakan kisah sahabat-sahabat kecilnya. Gaya penulisan yang sederhana, namun kisah yang memiliki daya tarik sendiri yang membuatku ingin terus mengikuti kisahnya.

Tidak seperti cerita horror yang biasanya, buku ini lebih menceritakan mengenai sosok Risa yang sendirian, yang berkomunikasi dengan 'mereka' dengan mendengarkan kisah 'mereka'. Ini bukan pertama kalinya aku membaca buku karya teh Risa. Buku-buku mengenai sahabat-sahabatnya pun sudah kubaca. Berbeda dengan kisah di buku lainnya, Sunyaruri lebih mengisahkan kehilangan akan sahabat-sahabat Risa yang secara tiba-tiba. Saya yang membaca buku ini pun ikut merasakan kehilangan dimana sebelumnya sosok 'mereka' yang suka datang mengajak bermain, mengobrol dan menghibur.

Salah satu yang menarik di buku ini adalah penyertaan ilustrasi di dalamnya. Walaupun kisah di dalam buku ini lebih menjelaskan kegalauan Risa yang merindukan sahabat-sahabatnya, tapi kisah mengenai kisah 'mereka' selain sahabat-sahabatnya juga. 

Buat penggemar teh Risa yang sedari awal sudah mengikuti karya teh Risa, buku ini semakin menguak rasa penasaran akan kisah sahabat kecilnya lebih dalam lagi. Namun, untuk pembaca yang 'random' terpikat dengan buku ini mungkin akan sedikit bingung dengan isi ceritanya. Seperti aku yang membaca buku karya teh Risa tanpa berurutan, maka ada kadang ada kalanya 'missing' saat membaca tokoh-tokoh yang pernah diceritakan di buku lainnya tapi tidak dijelaskan lagi. 

Secara keseluruhan, saya cukup menyukai buku ini. Ada kisah-kisah tersembunyi mengenai sahabat kecilnya yang tidak pernah diungkit lagi di buku lainnya. Sunyaruri merupakan alam kesepian, menggambarkan sosok Risa yang kesepian, merindukan sahabat kecilnya yang berbeda alam dan mengharapkan mereka muncul kembali dihadapannya. Kisah 'mereka' selalu dapat menarik hati pembaca.




A Flying Snail

Monday, October 30, 2017

Book Review: Conversation With Ghost by Citra Prima



BOOK REVIEW

Conversation With Ghost by Citra Prima

Title : Conversation With Ghost
Author : Citra Prima
Publisher : Entermedia
Pages :  208 pages
Year of Publication : October 2015
Price : Rp 45.000,-

Rating: 4 / 5
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semua ini bermula saat aku mengalami NDE (Near Death Experience) di usia 9 dan 11 tahun. Sejak saat itu, banyak kejadian yang kualami pada masa anak-anak yang sulit dipercaya oleh banyak orang, terutama orang dewasa. Dulu, aku sering disangka gila karena sering berbicara dan menangis tiba-tiba.

Jauh dari kehidupan normal, aku menemukan kebahagiaan baru saat bertemu 'mereka'. Mungkin kalian pernah mendengar samar-samar suara cekikikan orang tertawa, suara geraman orang marah, atau mungkin kalian juga pernah melihat bayangan berlari cepat lewat di depan mata, dan melihat benda-benda bergerak dengan sendirinya. Atau jangan-jangan kalian pernah tidak sengaja melihat penampakan 'mereka'?

Namun, apakah kalian yakin kalau semua peristiwa itu ulah 'mereka'? Ada baiknya kalian membaca ceritaku ini. Cerita dimana aku bertemu ragam jenis dari 'mereka' dan mimpi yang menjadi nyata, serta melakukan penjelajahan tanpa batas ke tempat-tempat baru yang sulit dijangkau.

Sekarang kalian hanya perlu duduk manis, buka lembar demi lembar buku ini. Maka akan aku ceritakan pengalamanku bertemu 'mereka' dan pesan yang ingin 'mereka' sampaikan kepada kalian. 

Stttt.... Aku beritahu, ini bukan cerita fiksi!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hal pertama yang menarik adalah judul buku ini, Conversation WIth Ghost, membuat rasa penasaranku selama ini semakin meninggi. Apalagi dilihat dari nama Authornya yang tidak asing, Citra Prima, salah seorang parapsikolog yang sering terlihat di acara mistis di telivisi. Bukan pertama kalinya aku membaca buku bergenre horror non-fiksi, karena aku cukup penasaran dengan cerita mengenai 'mereka'.

Buku ini berisi pengalaman penulis menjelajahi tempat-tempat dimana ada 'mereka' dan disertakan juga bukti visual di dalamnya. Foto-foto penampakan makhluk astral ditampilkan di buku ini yang menunjang isi cerita yang ditulis pada setiap bab. Sayangnya, tidak semua foto/gambar terlihat jelas, sehingga ada sedikit kekecewaan saat melihatnya. Gaya penulisan tidak kaku, sehingga para pembaca bisa dengan mudah menikmatinya.

Buku ini benar-benar menyuguhkan apa yang saya inginkan, rasa penasaran selama ini juga terjawab di buku ini mengenai 'mereka'. Tidak hanya menceritakan pengalamannya, tapi juga menuliskan hal-hal yang tidak kita ketahui, yang membuat kita bertanya-tanya. Bab yang paling menarik menurutku adalah bab 'obrolan dengan makhluk astral'. Rasa penasaran selama ini akhirnya terjawab di bab tersebut. Contoh salah satunya adalah mengenai 'ketindihan' saat tidur.

Secara keseluruhan, buku ini rekomen untuk dibaca bagi para penggemar horror ataupun yang penasaran mengenai 'mereka'. Kita jadi lebih memahami tentang dunia mistis dan banyak hal yang menambah pengetahuan kita mengenai dimensi 'mereka' yang berdampingan dengan dimensi kita. Penulis seakan memberitahu pembaca untuk tidak terlalu takut, karena terkadang hanya 'cara-cara' tersebut yang bisa dilakukan 'mereka' untuk berkomunikasi dengan kita atau bahkan hanya untuk memberitahu akan keberadaan 'mereka'.



A Flying Snail